Enchanted

SUATU hari lahir seorang anak bernama Tillar. Ibunya dibunuh oleh sesorang yang telah melarikan diri dari kerajaan. Menurut rumor, orang itu berasal dari negara Enchanted.

Ketika Tillar tumbuh dewasa, ia belajar menjadi seorang penyihir kerena dendam pada negara Enchanted. Ia menciptakan monster bernama Beurgen untuk membalaskan dendamnya.

Tillar berencana menculik putri dari Forestopia bernama Aluna untuk ia jadikan anak. Menurut peraturan di Enchanted, bila tidak ada seorang putri yang lahir maka keturunan kerajaan akan terputus.

Ketika Tillar berhasil menculik Aluna, kedua orangtua Aluna, Raja Regelious dan Ratu Erika pergi dari kerajaan. Berbulan-bulan kemudian Ratu Erika melahirkan anak perempuan bernama Anette. Setelah mendengar kabar berita itu, penduduk Forestopia mengangkat Putri Anette, Raja Regellius dan Ratu Erika untuk memimpin mereka kembali.

Keturunan kerajaan Forestopia kembali lahir!

Bertahun-tahun kemudian, Anette telah tumbuh menjadi remaja. Tillar pun datang lalu menutup Forestopia dengan kabut tebal dan mengerahkan puluhan Beurgen untuk menculik Putri Anette. Raja Jack murka. Ia meminta anaknya, Mariposa,  untuk menyelamatkan Anette. Raja Jack juga meminta Raja Gusion untuk mengirim anaknya bersama-sama menyelamatkan Anette.

“Mariposa, kau adalah seorang putri. Kewajibanmu sebagai putri adalah menyelamatkan rakyatmu. Oleh karena itu selamatkanlah Putri Anette. Dengan menyelamatkannya, kau akan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari sebongkah emas. Tidak ada hak jika tidak ada kewajiban.

Ingatlah itu anakku.” Raja Jack menitip pesan.

Raja Jack meminta Mariposa untuk menjemput  Putri Tania di Snow Castle untuk menyelamatkan Anette. Di perjalanan ke Snow Castle, Mariposa menunggangi kuda bernama Misty dan ditemani oleh anjing bordernya, Luna.

“Tania, kenapa kau mau bergabung menyelamatkan Anette?” tanya Mariposa.

“Sebagai seorang putri, aku harus menjalankan kewajibanku. Jika kita bisa mengalahkan Tillar, kita tidak hanya menyelamatkan Anette, tapi juga seluruh Enchanted,” jawab Tania percaya diri.

Sejenak Mariposa terdiam, “Aku tidak tahu kenapa kita yang dipilih. Mungkin karena kita seorang putri yang memang dipercayai,” sahut Mariposa.

Tania mengangguk.

“Sebelum berangkat, kita harus ke perpustakaan untuk mencari informasi tentang Forestopia,” ajak Tania.

Tania menunggangi kudanya, Amuty, dan ditemani peliharaannya Callie.

Di perjalanan, saat menjelang pagi mereka melihat banyak peri-peri cantik beterbangan menghiasi hutan Dark Magic. Mereka sudah dekat dengan Forestopia. Mereka melihat banyak penjaga-penjaga Buergen namun mereka sudah membawa bunga Envi dan kristal Villent untuk melawan Beurgen-Beurgen itu.

“Aku belum pernah berhadapan dengan Beurgen. Aku tidak yakin bisa menyelamatkan Anette.” Mariposa mulai gentar ketika melihat jumlah penjaga Buergen cukup banyak.

“Kenapa mendadak jadi takut? Bukannya kau yang menjemputku di Snow Castle? Kita harus jadi pemberani. Kita membawa nama besar kerajaan Spring City.” Tania menyemangati Mariposa.

Tiba-tiba dua peri cantik turun mendekati mereka.

“Hai. Siapa kalian?” tanya Mariposa. Ia belum pernah berkomunikasi dengan peri sebelumnnya. Ia takjub melihat kecantikan mereka.

“Aku Bloomyna. Ini Fittle. Kami Flower Fairy.” Salah satu peri memperkenalkan diri.

“Aku Tania. Ini temanku Mariposa.” Tania juga memperkenalkan diri.

“Kalian mau apa ke sini? Tempat ini berbahaya.” Fittle memperingati.

“Kami ke sini mau menyelamatkan putri Anette,” jawab Mariposa.

 “Kalian kenal putri Anette? Kami juga sempat ingin menyelamatkan putri Anette tapi kami terlalu kecil. Putri Anette pernah membantu kami saat kami terjebak di pohon putih,” sahut Bloomyna.

Fittle langsung mendapat ide, “Bagaimana kalau kami membantu kalian?”

Tania dan Mariposa saling berpandangan.

“Kalian punya kekuatan apa?” tanya Mariposa.

“Aku bisa mengubah kalian menjadi siapa saja.” Fittle terbang ke sana ke mari memamerkan sayapnya yang mengeluarkan serbuk berwarna emas ketika mengepak.

“Aku juga bisa menyembuhkan luka.” Bloomyna menarik sayap Fittle supaya bersikap sopan di depan dua putri kerajaan.

“Sempurna!” sahut Tania.

Mereka pun memutuskan untuk saling membantu dan jalan bersama-sama

Sesampainya di kerajaan Lightway, mereka mendapati bangunan-banguan di sana hampir roboh. Mereka langsung menyelamatkan warga-warga yang ada di bawahnya. Tania sempat melihat kereta kuda Tillar melintas, “Pasti Anette ada di dalam kereta itu!” Tania memanggil teman-temannya.

Segera mereka mengejar kereta kuda itu dengan sembunyi-sembunyi. Mereka tidak tahu kereta itu akan menuju ke mana. Kereta kuda Tillar melaju makin cepat.

”Tidak cukup cepat. Kita harus mengurangi beban!” perintah Tania.

“T-tapi ….” Mariposa tidak mau meninggalkan Callie dan Luna.

“Tidak ada pilihan lain. Atau kita akan kehilangan Anette!” Tania meyakinkan Mariposa.

Akhirnya Mariposa menurunkan Callie dan Luna di tengah jalan dan meminta mereka untuk kembali ke Lightway. Mereka juga menurunkan beberapa persediaan makanan mereka. Segera mereka melanjutkan mengejar Tillar, tapi mereka sudah kehilangan jejak Tillar. Bloomyna dan Fittle pun juga sudah lelah. Mereka merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk menyelamatkan Anette.

Tiba-tiba ada cahaya terang datang dari tas mereka, “Envi dan Villent!” Tania terkejut.

“Kerajaan Tillar berada tak jauh dari hutan Dark Magic.” Cahaya itu bersuara. “Ia punya pembantu setia bernama Annemie dan Sharah.” Tiba-tiba di depan mereka muncul gambar bayangan pembantu tersebut.

“Maksudnya Ropanden? Itu kerajaan Tillar?” tanya Fittle.

“Tempat itu sangat berbahaya karena dijaga prajurit Beurgen terbesar dan tertua,” imbuh Bloomyna.

“Aku punya ide,” ujar Mariposa.

Setelah merancang ide dan bersiap, mereka langsung bergegas menuju Ropenden.

Ketika Ropenden sudah mulai terlihat mereka berhenti, “Fittle, ubah aku jadi pembantu Tillar.” Mariposa memberi kode sesuai rencana.

“Siap.” Fittle langsung mengepakkan kedua sayapnya lalu beberapa cahaya mengelilingi tubuh Mariposa. Cahaya itu menjadi semakin banyak hingga menutupi seluruh tubuh Mariposa. Mariposa seketika tampak seperti pembantu Tillar, Annemie.

“Kamu masuk ke dalam Ropenden lewat pintu belakang ya.” Tania memberi sinyal kepada Mariposa.

“Tania, giliranmu!” Bloomyna mengepakkan kedua sayapnya lagi. Seketika Tania berubah menjadi pembantu Tillar yang bernama Sharah.

Saat Tania mengendap-endap masuk,  ia bertemu Mariposa yang sedang menyapu dapur. Ia mengedipkan kedua matanya dua kali. Jika pembantu itu juga ikut berkedip, berarti itu Mariposa. Dan benar saja, itu adalah Mariposa yang sudah berakting.

Tiba-tiba saja mereka mendengar suara keras yang bergema, “Siapkan makan malam! Buat sup yang hangat! Siapkan dekor di depan kerajaan! Buat dekor yang cantik! Malam ini akan ada perayaan penyambutan Putri Anette!” bentak Tillar ke semua pembantunya.

 Saat perayaan berlangsung, Bloomyna dan Fittle menonton dari atas Ropenden. Di bawah sana Anette diikat dengan tali. “Itu bukan perayaan penyambutan. Itu penyiksaan,” kata Bloomyna lirih.

Tillar mengangkat segelas ramuan yang akan ia berikan pada Anette. Ramuan itu akan merusak pikiran dan mental Anette sehingga kepribadiannya akan berubah menjadi seperti Tillar. Ingatannya juga akan hilang.

“Jika ramuan itu diminum Anette, kita akan lebih sulit untuk membawa pulang Anette!” jawab Mariposa.

Dalam bentuk pembantu, Tania yang sedang membawa nampan langsung menyenggol ramuan itu hingga tumpah.

“Sharah! Apa yang kau lakukan?” Tillar murka. Sejenak semua terdiam.

“Sudah menjadi kewajibanku sebagai putri untuk melindungi sesama putri, melindungi kerajaanku, dan melindungi negaraku!” Tubuh Tania perlahan kembali seperti semula.

Sekejap Mariposa teringat akan pesan ayahnya. Ia lalu keluar dari kerumunan dan langsung menantang Tillar. “Apa yang kau mau dari Anette?”

Dari belakang, Tania, Fittle, dan Bloomyna berteriak serentak, “Mariposa! Ayo!”

Tillar pun menghindar dan berlari masuk ke dalam Ropenden. Ia membawa Anette masuk.

Tania, Mariposa, Bloomyna, dan Fittle disibukan oleh prajurit-prajurit yang menyerang mereka dari luar. Setelah bertempur cukup lama, mereka masuk ke dalam Ropenden. Di dalam mereka bertemu dengan putri Tillar yang sedang duduk di singgasana. Segera mereka sadari itu adalah Putri Aluna.

“Putri Aluna!” Mereka semua berseru.

“Siapa kalian?” jawab Aluna.

“Kami mau menyelamatkan Anette. Kami akan membawa putri Anette dan kamu kembali ke Forestopia,” jawab Mariposa.

Dengan sekejap, Fittle muncul di atas kepala Putri Aluna dan mengepakkan sayapnya. Serbuk keemasan turun jatuh di rambut putri Aluna. Ia berusaha melunturkan ramuan penghilang ingatan yang dulu pernah diminum oleh Putri Aluna. Putri Aluna lantas tersadar dan mengingat ketika ia diculik oleh Tillar.

“Putri Anette adalah adikmu.” Tania berusaha meyakinkan.

“Benarkah? Aku tadi melihat dia dibawa Tillar.” Aluna menunjuk kamar Tillar. Mereka langsung bergegas menuju ke sana. Saat sampai di pintu, mereka melihat Tillar sedang meminumkan ramuan ke mulut Putri Anette.

Aluna tiba-tiba menggebrak pintu. “Tidak! Jangan!” teriak Aluna.

Buru-buru Tillar memaksa Putri Anette yang telah diikat untuk meminum ramuan itu.

Dengan sigap, Tania dan Mariposa melihat ke sekeliling. Mereka hendak membuat ramuan penawar. Mariposa mengambil gelas kaca.

“Masukan air Diamond River!” ucap Tania dengan buru-buru. “Tuang serbuk sari Envi Flower!”

Serbuk sarinya tertuang terlalu banyak hingga tumpah ke lantai.

“Aduk!” Fettle dan Bloomyna memberikan pengaduk ke Tania.

“Selesai!” Mereka berseru.

Tania langsung menyerang Tillar, sementara Mariposa bergegas meminumkan ramuan tersebut ke mulut Putri Anette.

Mereka berhasil!

Putri Anette kembali sadar. Ikatan langsung dilepas. Mereka pun bekerjasama mengalahkan Tillar dan menghancurkan kerajaannya bersama-sama.

Setelah mereka pulang, mereka mendapatkan mahkota putri kesatria.

“Tidak ada hak, jika tidak ada kewajiban!” Empat puri berseru.

 Pesta pun dimulai.

*Cerita ini merupakan tulisan siswa Cirro Cumulus School of Life Lebah Putih Salatiga dalam proyek menulis buku bertema petualangan pada tahun ajaran 2021-2022. Seluruh ide cerita dan gambar merupakan karya orisinil penulis. Pendampingan penulisan dan editing berkerjasama dengan komunitas lintasastra.

 Mazaya Syadza Fathin Aurilya

Mazaya Syadza Fathin Aurilya

Hello, halo dan hai gais, salam cangtip J wkwk… perkenalkan aku Mazaya Syadza Fathin Aurilya biasa dipanggil Mazaya. Aku lahir di Salatiga, 6 Januari 2010. Aku sekolah di School of Life Lebah Putih. Sekarang aku duduk di kelas 6 SD/Cirro Cumulus.

Hobiku banyak banget, tapi semua ada sangkut pautnya sama SENI, Eaaaaaaaq…J mulai dari nyanyi, menggambar, melukis, dan mendesain yuhuu. Karyaku kali ini berawal dari … aku bermain drama bersama sepupuku dengan alur cerita yang menceritakan seorang putri yang berjiwa kesatria, penasaran??? Yuk balik halaman ini! Lets check it out

Bagikan tulisan ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on tumblr
Share on telegram
Share on linkedin

Kirim Naskahmu

Kami menerima naskah cerpen, puisi, cerita anak, opini, artikel, resensi buku, dan esai

TERPOPULER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Info

Copyright © 2022. All rights reserved.

error: Content is protected !!