Singa dan Nyamuk

DI sebuah hutan hiduplah seekor singa yang besar dan kuat. Ia sering duduk-duduk di batu besar. Di waktu istirahatnya yang tenang, tiba-tiba ia menjadi jengkel dan menderam. Ada seekor nyamuk yang asik terbang dan turun di kepalanya. Singa pun mulai geram dan mengusir nyamuk itu berulang kali.

“Pergilah dari sini. Sebelum aku menginjakmu dengan kakiku!” Singa mengaum.

Dengan percaya diri nyamuk mendekat, “Aku tidak takut padamu, ” tantang Nyamuk.

 “Kamu mungkin digelari raja rimba tapi aku lebih kuat dari pada kamu. Aku juga bisa membuktikannya. Mari kita buktikan.” Nyamuk memperolok-olok Singa.

Merasa dirinya tertantang, Singa pun meladeni Nyamuk. “Ayo kita buktikan. Siapa yang lebih kuat.”

Nyamuk dengan semangat menuju ke arah Singa dan menggigit pahanya berkali-kali. Kemudian di hidung dan di telinga. Ketika Singa mencoba mencakar tubuh Nyamuk, kulitnya tergores oleh cakarnya sendiri karena sangat tajam. Tubuhnya pun berdarah.

Pertarungan berlangsung cukup lama. Hewan-hewan lain mulai berdatangan karena mendengar suara ribut. Bahkan sang Singa pun mulai kewalahan menghadapai Nyamuk. Setelah beberapa jam bertarung, sang Singa minta berhenti.

 “Cukup! Kamu yang menang!” Singa mengaum galak.

Akhirnya perkelahian itu selasai dan nyamuk pun terbang lagi dengan sombong. Tanpa menghiraukan Singa yang tersungkur di tanah dan merintih kesakitan, nyamuk terbang tinggi dan bercakap besar tentang kemenangannya.

Bahkan Nyamuk terbang ke sana kemari menantang semua hewan yang ia temui.

“Akulah sang raja hutan yang sebenarnya.”

Karena sibuk mengumbar kemenangannya selagi terbang, ia terperangkap sarang laba-laba yang membentang di dahan pohon di depannya. Laba-Laba pun mendekati Nyamuk yang panik karena terperangkap.

“Janganlah kamu besar kepala. Lihatlah, kau kalah hanya karena jaring tipis.” Laba-Laba menggoda Nyamuk.

Namun Nyamuk masih merasa hebat bahkan ia menantang Laba-Laba dengan sombongnya.

“Jangan berani mendekat, jika tidak, kamu akan berakhir seperti Singa,” gertak Nyamuk.

Laba-laba tak peduli. Ia tetap mendekati Nyamuk dan siap menggulung tubuh Nyamuk dengan jaring-jaring yang ia keluarkan dari perutnya. “Lihatlah keadaan. Bahkan kamu tak bisa menggerakkan sayapmu. Bagaimana bisa mau mengalahkanku?”

Merasa terjepit, Nyamuk pun teriak minta ampun, “Ampun, ampun. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi. Aku mau pulang. Aku mau menemui ibu.”

Melihat Nyamuk merengek seperti bayi, Laba-Laba tak bisa menahan tawa. “Lihatlah wajahmu. Katanya raja hutan. Ha ha ….”

Karena kasihan, Laba-Laba akhirnya mau melepaskan Nyamuk namun dengan syarat. Nyamuk harus membantu semua hewan yang ia temui dan minta maaf pada sang Singa.

“Kamu juga tak boleh besar kepala lagi. Semua hewan itu kuat dengan keunggulan mereka masing-masing. Tak perlu membuktikan siapa yang paling hebat.” Laba-Laba menasihati Nyamuk sembari melepas jaring yang melekat di kedua sayap Nyamuk.

“Terima kasih. Aku akan menemui Singa dan minta maaf. Aku tidak akan sombong lagi. Sekarang aku sadar bahwa itu tak baik.” Nyamuk menyesal.

“Ya sudah. Pergilah. Lekaslah pulang dan temui ibumu. Berbaktilah padanya. Gunakan tenagamu untuk membantu ibumu, bukannya malah menantang semua hewan di hutan.” Laba-Laba menjabat tangan Nyamuk.

Mereka pun bersahabat setelah kejadian itu.

*Cerita ini merupakan tulisan siswa Cirro Cumulus School of Life Lebah Putih Salatiga dalam proyek menulis buku bertema petualangan pada tahun ajaran 2021-2022. Seluruh ide cerita dan gambar merupakan karya orisinil penulis. Pendampingan penulisan dan editing berkerjasama dengan komunitas lintasastra.

Muhammad Armandani Ar-Ayyubi

Muhammad Armandani Ar-Ayyubi

Perkenalkan nama saya Muhammad Armandani Ar-Ayyubi. Nama panggilanku adalah Ayyubi. Sekitar 12 tahun yang lalu, pada tanggal 28 Januari 2010 aku lahir di salah satu kota kecil di kaki gunung Merbabu, Jawa Tengah, yaitu di kota Salatiga.

Aku adalah anak kedua dari empat bersaudara dari seorang bapak dan ibu bernama Husain Nukman dan Vera Indriani.

Bagikan tulisan ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on tumblr
Share on telegram
Share on linkedin

Kirim Naskahmu

Kami menerima naskah cerpen, puisi, cerita anak, opini, artikel, resensi buku, dan esai

TERPOPULER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Info

Copyright © 2022. All rights reserved.

error: Content is protected !!